Wednesday, October 16, 2013

kunci utama memacu kekuatan otak

Meningkatkan kerja otak Anda ternyata membutuhkan usaha.

Kabar baiknya, ada beberapa cara terjangkau untuk melakukan itu.

Latihan Aerobik. Berjalan selama 45 menit per hari, tiga kali seminggu akan menstimulasi produksi BDNF (brain derived neurotrophic factor), yang mempertahankan lahirnya neuron dan sinapsis baru, dasar dari semua pembelajaran. Para peneliti, dipimpin oleh Arthur Kramer dari University of Illionois di Urbana-Champaign dan Kirk Erickson dari University of Pittsburgh, menyimpulkan bahwa latihan fisik memacu gray matter pada bagian hipokampus yang memproses pengetahuan baru, khususnya yang berkaitan dengan beragam jenis informasi yang membentuk memori yang kompleks. Hal itu mungkin tidak meningkatkan IQ, tetapi menumpuk lebih banyak informasi pada korteks Anda mungkin membuat Anda lebih berwawasan.

Tidur Singkat. Dalam sebuah studi pada 2010, Matthew Walker, profesor psikologi, dan para koleganya di University of California, Berkeley, menemukan bahwa tidur sebentar di siang hari tidak hanya mengembalikan kekuatan otak, melainkan juga meningkatkannya. Setelah melakukan sebuah tugas yang membebani hipokampus mereka – mempelajari nama dari sekitar 120 wajah baru, pelajar yang melakukan 90 menit tidur pada pukul dua siang mampu memasangkan wajah dan nama lebih baik daripada sebelum tidur, dan lebih baik daripada orang yang tidak tidur.

"Pada mereka yang tidak tidur, ada kemunduran dalam kapasitas memori mereka, namun tidur singkat mengembalikan kapasitas itu pada level yang bahkan lebih tinggi dari sebelum tidur,” kata Matthew.

Tes EEG (electroencephalography), tes elektroda yang merekam aktivitas otak, menggambarkan apa yang terjadi. Banyaknya letupan aktivitas elektrik bernama kumparan tidur yang muncul ketika seseorang tidur, menunjukkan bahwa kemampuan belajar seseorang akan membaik begitu ia bangun.

Menurut Matthew, kumparan tidur mengindikasikan adanya aktivitas yang memindahkan informasi dari hippocampus ke dalam korteks untuk penyimpanan permanen. Itu seperti memindahkan data dari USB ke hard drive, yang membuat informasi yang Anda keluarkan dikumpulkan dalam penyimpanan jangka panjang, dan menyisakan kapasitas USB (hipokampus) yang sudah diperbaharui dan mampu menyerap informasi baru,” jelas Matthew.
Semakin sering kita memindahkan informasi dari hipokampus (lokasi penyimpanan pertama) ke dalam korteks (lokasi penyimpanan jangka panjang), makin banyak pula informasi yang bisa kita akses saat dibutuhkan.

Saatnya Diam. Menggunakan fungsi MRI (Magnetic Resonance Imaging), para peneliti dari Tohoku University, Jepang, mengukur aliran darah di otak pada 63 sukarelawan yang diminta mengosongkan pikiran mereka. Mereka dengan aliran darah terbanyak di area ganglia dasar yang menghubungkan satu neuron dengan yang lain, mendapatkan nilai tertinggi ketika diminta menyelesaikan tugas melahirkan ide baru dengan cepat. Hasil tersebut dilaporkan dalam jurnal PLoS One. Kreativitas muncul dari cara melihat hubungan yang tidak dilihat oleh orang lain. Jadi, hal itu masuk akal; bahwa peningkatan aktivitas di bagian ganglia dasar dengan membiarkan otak beristirahat, mampu mendorong kreativitas. Jadi, tinggalkan BlackBerry Anda dan biarkan otak diam sejenak.

Kafein. Kopi ternyata bisa mempertajam pikiran Anda, menurut sebuah studi yang tertulis dalam Nature Neuroscience pada 2011. Penelitian tersebut menemukan bhawa kafein memperkuat koneksi dalam otak. Tikus yang disuntik kafein dengan ukuran hampir sama dengan dua cangkir kopi, memiliki aktivitas elektrik antarneuron yang lebih kuat di bagian hipokampus yang disebut CA2, daripada mereka yang tidak, ungkap Serena Dudek dan para koleganya dari National Instirute of Enviromental Health Science. Konektivitas yang lebih kuat berarti pembelajaran dan memori yang lebih baik.

Bahasa Kedua. Ini strategi yang terbukti paling kuat, sekaligus yang paling sulit dilakukan. Ketika otak yang fasih dengan dua bahasa harus memilih, misalnya, bahasa Inggris dan Prancis; sirkuit kortikal yang menangani keduanya menjadi aktif. Kemudian korteks prefrontal harus memilih antara dua kata yang benar—man atau homme? Korteks prefrontal yang bekerja dalam mode bilingual, dan membawanya ke dalam fungsi lain, mengasah kemampuan IQ dalam hal memecahkan masalah dan peralihan kesadaran, jelas peneliti kognitif, Ellen Bialystok, dari York University, Kanada. Hal itu bahkan mampu mencegah dementia selama lima tahun.

Makanan dan Bumbu Tertentu. Sementara menu makanan sehat diasosiasikan dengan rendahnya risiko penyakit Alzheimer, begitu juga dengan diabetes dan stroke, yang memengaruhi kesehatan otak; masih belum ada bukti akurat bahwa vitamin tertentu dan makanan tinggi antioksidan mampu meningkatkan kecerdasan. Namun para peneliti masih punya harapan pada beberapa bumbu eksotis. Contohnya, banyak penelitian kecil menyarankan bumbu kunyit dan jus delima mungkin meningkatkan memori atau aspek lain dari fungsi kognitif. (Sharon Begley)

sumber: Meningkatkan kerja otak Anda ternyata membutuhkan usaha.

No comments:

Post a Comment